Berjumpa Allah melalui Sepiring Nasi

“Lihatlah, apa yang ada di piringmu itu? Ada nelayan par Samosir yang tiap pagi dan sore membentangkan jaringnya ke danau. Berharap akan banyak ikan untuk dibawa pulang. Bila jaringnya berat, maka dia tersenyum bahagia sebab anak istrinya akan makan enak. Ikan-ikan akan dia serahkan pada istrinya untuk dijual ke pasar. Istrinya akan menjunjung ember berisi ikan segar. Beban yang berat akan terasa ringan dijinjing sebab itu adalah hartanya, kehidupannya. Anak-anaknya bergantung pada hasil jinjingan itu. Anak-anak berdoa di rumah, mendoakan agar ikan laku dijual sehingga mereka bisa makan, bisa bersekolah.

Di piringmu juga ada petani, par Samosir. Setiap hari harus bertarung dengan teriknya matahari, dengan burung-burung dan hama tanaman demi bisa memberi makan anak-anaknya. Mereka berdoa kepada Tuhan, supaya Tuhan memberi hujan yang cukup, supaya panen berhasil, sebab kehidupan mereka bergantung padanya. Begitu juga sayur dan bumbu-bumbu di piringmu. Para petani memanjatkan doa-doa supaya tanamannya tumbuh dengan baik. Mereka bekerja dengan cinta untuk kelangsungan hidup orang-orang yang mereka cintai. Para sopir mengangkut beras-beras itu, dari satu pekan (onan) ke pekan yang lain, para kuli juga. Semua mereka berjuang demi cintanya.

Dan kau adalah orang yang diperkenankan Allah memakan semuanya itu. Tidakkah kau melihat bahwa Allah bekerja untukmu? Tidakkah kau melihat bahwa dalam piringmu itu ada Allah? Lihatlah nanti, akan ada banyak orang tidak merasakan cinta itu. Perhatikanlah, di tempat piring kotor itu, akan banyak yang terbuang nantinya.”

Buku
Berjumpa Allah melalui Sepiring Nasi
Penulis Wilda Prianty Simanjuntak, dkk
13×19 cm
vi + 161 hal
2025
Harga Rp55.000

Kontak +62-822-5329-9110,
+62 813 971 666 42

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *