
Kabupaten Toba memiliki 231 desa. Masing-masing desa punya cerita sendiri. Mungkin lebih dari satu cerita. Kalau tiap desa menuliskan ceritanya, betapa kita punya segudang cerita yang mungkin belum pernah kita tahu.
Sun Tzu, filsuf dan jenderal dari Tiongkok berkata, untuk mengalahkan bangsa yang besar tidak dengan cara mengirimkan pasukan perang tetapi dengan menghapus pengetahuan kejayaan leluhur mereka di masa lalu, maka mereka akan hancur dengan sendirinya.
Kita ingin Toba bersemi. Melalui beragam cerita desa-desanya.
Apa saja yang ada di desa?
Sejarah desa, legenda, turiturian, tokoh desa, situs budaya (tugu marga, sakrofag, dll), kebiasaan desa (yang pernah dan masih atau tidak ada lagi), bangunan bernilai historis (gereja, sekolah, rumah sakit, ruma sopo, sumur tua, dll), benda-benda peninggalan nenek moyang (pinggang pasu, piso halasan), tanaman endemik, sumber alam (yang pernah ada dan masih atau tidak ada lagi), sanggar seni, permainan rakyat, olahraga tradisional, manuskrip (aksara batak maupun buku tulisan-tulisan lama), dan yang lainnya.
Berangkat dari keinginan untuk mengoleksi kekayaan tersebutlah Panitia Balige Writers Festival 2024 berniat mengkompilasi cerita-cerita yang masih tercecer dalam benak warga desa. Kami pun mengumumkan niat tersebut. Dalam beberapa bulan kami mendapat respons dari warga Toba atau mereka yang pernah berada di Toba. Hasilnya, seperti yang kita baca di buku ini.
Kami berharap tahun depan Balige Writers Festival akan mengumpulkan lebih banyak cerita dari desa-desa di Toba. Bila Anda mempunyai satu cerita desa, sila kirim ke baligewritersfestival@gmail. com, untuk dikompilasi menjadi buku yang lebih lengkap.
Mari kita jadikan desa-desa di Toba bersinar!